DESAIN RUMAH RAMAH LINGKUNGAN
DENGAN KONSEP GO GREEN
Oleh :
Ali Ma’sum
1.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu
yang dilewatinya. Peradaban manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut,
manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya
yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi hidup tersebut, dunia agrikulturpun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan.
Nilai-nilai kehidupan manusia
pun mengalami perubahan,
terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri
yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan
yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha
yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya. Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak
yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara
global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini.
Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai
Global Warming. Global Warming
adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan
jumlah emisi gas rumah kaca di
atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti
meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir
dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang
berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. (Guardian:2004)
Hampir semua penghuni bumi saat ini merasakan adanya keadaan yang tidak cukup nyaman. Masyarakat
Indonesia misalya, di saat sebagian kawasan merasakan suhu yang sangat tinggi (panas), pada saat yang sama di kawasan lain
masyarakatnya sedang kebingungan mengungsi karena adanya banjir besar. Angin puting beliung, fenomena abrasi yang semakin mengkhawatirkan, menciutnya daratan karena luapan air laut dan sejumlah bencana alam merupakan fenomena
yang seolah semakin akrab terdengar di telinga.
Mengingat sedemikian besar dan luas dampak yang ditimbulkan oleh global warming, maka manusia hendaknya melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi akibat global warming. Namun dengan cara yang wajar dan tidak membelenggu.
Menanam pohon atau tanaman apapun di rumah-rumah, meskipun nampaknya kecil pengaruhnya
namun jika dilakukan oleh seluruh penduduk bumi, maka dalam waktu 10-20 tahun yang akan datangakan tumbuh berjuta-juta pohon baru yang dapat ikut mengimbangi laju emisi gas. rumah yang ingin meminimalisir kerusakan bumi akibat polusi dan kurangnya tumbuhan
yang ada sehingga merusak ozon bumi. Rumah go green lebih mengutamakan banyaknya tanaman di sekeliling rumahnya bahkan di atap rumah juga ditumbuhi dengan taman. Pemakaian bahan seperti kayu juga bisa mengurangi pemakaian AC, karena dalam desain rumah ini akan lebih banyak menggunakan bahan dari kayu dan bahan alam lainnya. Apalagi ditambah dengan banyak tanaman - tanaman dan ornament hiasan batu dari alam
di sekeliling rumahnya. Bukan hanya sehat bagi para penghuninya tetapi juga menambah kecantikan dan kesejukan rumah itu sendiri dan jangka panjangnya juga berguna bagi bumi itu sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam
penulisan makalah ini penulis akan membahas tentang salah satu cara mengatasi pemanasan global
dengan cara desain rumah ramah lingkungan.
(1)
Apa yang dimaksud dengan desain rumah
ramah lingkungan dengan konsep go green?
(2)
Bagaimana desain rumah ramah lingkungan
dengan konsep go green itu?
(3)
Apasajakah bahan yang digunakan untuk
pembangunan rumah ramah lingkungan?
2. PEMBAHASAN
2.1 Desain Rumah Ramah Lingkungan
Desain rumah ramah lingkungan yang dimaksud disini adalah dari
proses pembangunan rumah
hingga bangunan berdiri dan kita huni sekecil mungkin berdampak negatif
terhadap lingkungan. Dengan menerapkan konsep rumah ramah lingkungan banyak hal
positif yang akan kita dapatkan. Desain rumah
ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan terhadap keramahan lingkungan. Hemat energi, karena eksplorasi terhadap
penggunaan energi dapat mengancam kehidupan generasi penerus. Gerakan
penghematan energi bisa dilakukan kala kita hendak membangun rumah baru atau
merenovasi rumah. Beberapa hal yang yang perlu
diperhatikan untuk menerapkan konsep rumah ramah lingkungan, yaitu:
a.
Memilih bahan ramah lingkungan.
Dalam memilih bahan bangunan yang kita gunakan dalam
membangun rumah dan interior. Semakin sedikit kita menggunakan kayu sebagai
bahan bangunan, semakin baik. Artinya kita mendukung pengurangan penebangan
kayu. Berapa ribu hektar hutan yang rusak untuk ditebang kayunya? pada saat ini
kayu dapat diganti dengan bahan lain seperti baja.
b. Konsep rumah hemat energi.
Konsep rumah hemat energi merupakan konsep penting dalam
mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Di Indonesia sebagian besar
pembangkit energi listrik masih menggunakan bahan bakar batubara. Dengan
mengurangi penggunaan cahaya lampu dan alat-alat elektronik akan memperkecil
penggunaan energi listrik. Dengan memaksimalkan jendela dan ventilasi
pencahayaan akan lebih maksimal. Selain itu ventilasi membuat sirkulasi udara
menjadi baik dan menghindari penggunaan AC. Selain energi listrik penghematan
air juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang efesiesn. Penggunaan aerator
mampu membatasi aliran air dari keran, bahkan mampu menghemat penggunaan air
hingga 30 persen. Penggunaan shower dapat menghemat air lebih dari 60%.
Penggunaan gayung mandi dapat menghabiskan 15 liter air, sementara dengan bak
mandi (bathtub), dapat menghabiskan sedikitnya 100-300 liter.
c.
Memaksimalkan teknologi dan energi.
Penggunaan solar cell dapat memenuhi kebutuhan
listrik rumah kita. Banyak sekali konsep rumah modern di eropa dan amerika yang
menggunakan solar cell untuk memenuhi energi listriknya. Selain itu solar
cell pada saat ini masih menjadi energi yang paling ramah lingkungan. Namun
sayangnya di Indonesia solar cell belum terlalu berkembang. Energi
lainnya yang dapat dihasilkan setingkat rumah adalah penggunaan energi biogas.
Konsep ini memang membutuhkan perencanaan yang matang. Di Cina ribuan rumah
tangga menggunakan energi biogas dari limbah rumah tangga yang menggantikan gas
LPG sepenuhnya.
d.
Konsep rumah sehat dan rumah hijau.
Pembuatan rumah sehat yang memperhatikan sanitasi akan
memperkecil dampak negatif dari limbah rumah tangga dan sampah yang dihasilkan.
Pembuangan sampah harus benar-benar diperhatikan. Selain itu dengan menerapkan
konsep rumah hijau dengan menanam berbagai tanaman dan pohon akan merawat
lingkungan sekitar rumah. Siklus hidrologi (air tanah) menjadi lebih baik
karena sistem perakaran pohon. Udara juga menjadi lebih bersih karena adanya pohon.
Tanaman hias seperti lidah mertua (Senseveria sp.) yang ditempatkan di
ruangan mampu menyerap polusi yang dihasilkan dari berbagai sumber polusi
seperti asap rokok.
2.2 Desain Rumah Ramah Lingkungan dengan Konsep
Go Green
Rumah
sejatinya berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus tempat untuk belajar bagi
seluruh anggota keluarga seperti belajar untuk lebih peduli dengan lingkungan.
Salah satu cara yang dapat mengajarkan mereka untuk bersahabat dengan
lingkungan adalah dengan membuat desain rumah ramah lingkungan. Perbandingan antara luas bangunan
dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40. Yang mana fungsi taman tidak hanya
sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan air
hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya
dengan tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi
(biopori). Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring
kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat jika minim debu.
Untuk desain rumah
minimalis ramah lingkungan dengan
konsep go green harus
memperhatikan hal-hal sebagai
berikut.
a.
Efisiensi Pencahayaan.
Manfaatkan
semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore
hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu
yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui
pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari
lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap,
agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal.
Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya
yang masuk ke dalam rumah.
Contoh seperti gambar di bawah ini.
a. > Efisiensi Ruang.
Menggabungkan
lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus
memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang
menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang
keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama
sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan,
lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil sederhana bangunan, akan makin baik
control aspek lingkungan
terhadap pembangunan tersebut.
b. >
Pemanfaatan air.
Manusia
seharusnya bersikap prihatin, caranya dengan tidak boros dalam menggunakan air.
Ada tiga hal pokok yang bisa dilakukan, yakni hemat dalam penggunaan air,
mendaur ulang air, dan membuat sumur resapan. Air bekas mandi atau mencuci
sayuran bisa didaur ulang menjadi air untuk membilas kloset, menyiram tanaman,
atau mencu (dinetralisasi)
dan selanjutnya diresapkan secara alami ke dalam sumur resapan air yang
dilengkapi filter alami (pasir, kerikil,
ijuk, pecahan
bata/genteng). Begitupun dengan
air kotor yang dialirkan ke dalam septik tank diproses tersendiri. Air hujan
pun ditampung, diserap, dan dialirkan ke dalam pipa serta diresap-kan ke dalam
sumur resapan air. Konsep rumah ramah lingkungan memang mengusung sebuah tema,
dimana hampir tidak ada buangan yang percuma. Semuanya dimanfaatkan sesuai
dengan konsep daur ulang.
c.
Membuat Taman
Taman rumah
menjadi tempat salah satu kita dapat melestarikan lingkungan. Di taman, kita
dapat menanam berbagai tanaman yang berfungsi sebagai penahan air hujan,
menjaga kestabilan dan kesuburan tanah dan menghasilkan oksigen. Pohon dan
tanaman di taman juga dapat berfungsi sebagai pelindung panas dan penahan debu
sehingga rumah dapat menjadi lebih nyaman.
"Bangunan ramah
lingkungan, dirancang dengan
massa ruang, keterbukaan ruang dan hubungan ruang luar dalam yang cair, teras lebar, ventilasi
bersilangan, dan void berimbang." Pembayangan ruang luar, kulit
bangunan, ventilasi pemilihan bahan dan desain pembayangan,
serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam
rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah
menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam
panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras
lebar, ventilasi bersilangan yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding
yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya
alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi. Atap
yang “Dingin” Pilih bahan
penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan
kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau
keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran
aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang
dilapis beton (beton Styrofoam) juga
berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin”
meskipun saat siang hari.
2.3 Pembangunan Rumah Ramah Lingkungan.
Berkat perkembangan teknologi, kini banyak material
bangunan ramah lingkungan yang dapat digunakan. Salah satu caranya dengan
menghemat penggunaan kayu, yang berarti meminimalkan penebangan pohon dan
menyelamatkan hutan sebagai bagian penting untuk kehidupan di bumi.
Beberapa bahan bangunan ramah lingkungan adalah baja
ringan yang digunakan untuk atap, alumunium / PVC atau UPVC untuk kusen pintu
dan jendela, menggunakan pintu PVC yang berasal dari plastik, gypsum sebagai
pengganti triplek untuk plafon, sebagai alternatif penggunaan kayu, dapat
menggunakan kayu daur ulang atau kayu plastik yang juga merupakan hasil proses
daur ulang. Hal positif lain
dari menggunakan bahan-bahan tersebut dapat menghemat proses pengerjaan dan
karena buatan pabrik, biasanya lebih terjaga kualitasnya.
Perlu dibuat rancangan agar rumah minim menggunakan
energi listrik. Buatlah desain rumah dengan bukaan cahaya alami yang memadai
sehingga tidak perlu menggunakan listrik pada pagi dan siang hari. Membuat
ventilasi yang baik, bagaimana mengatur agar ada sirkulasi udara juga akan
mengurangi penggunaan AC karena udara dalam rumah yang tidak panas. Membuat
toran untuk menampung air juga salah satu langkah menghemat listrik karena
tidak perlu menggunakan listrik yang besar untuk menyalakan pompa ketika akan
menggunakan air.
Ada sistem yang dapat menghasilkan solar listrik
atau photovoltaic (PV). Energi ini dapat menggantikan energi listrik. Energi
alternatif yang banyak digunakan adalah dengan memanfaatkan energi matahari
atau tenaga angin. Contoh umum adalah menggunakan pemanas air dengan
menggunakan energi matahari. PV diletakkan di atap untuk menampung panas
matahari dan diolah untuk memanaskan air. Dengan sitem yang lebih kompleks,
panas matahari ini dapat memenuhi kebutuhan energi listrik untuk seluruh rumah.
Air adalah zat penting dalam kehidupan. Di dalam
rumah, penggunaan air paling banyak. Air digunakan untuk mencuci pakaian,
piring, mobil, sayuran, untuk menyiram tanamanan, air untuk mandi dan berbagai keperluan
lain di kamar mandi dan untuk keperluan lainnya. Jika digunakan dengan boros
bukan hal yang mustahil air akan habis. Maka, perlu pengelolaan penggunaan air
di dalam rumah. Cara
menghemat air dalam rumah dapat dimulai sejak pembangunan rumah. Contohnya,
dengan menggunakan kloset dual flush yang hemat air dan menggunakan kran
sensor. Dengan pengetahuan dan penerapan yang tepat, Anda dapat merancang
pembuangan dan mengolahan air agar dapat didaur ulang, yaitu dengan
memanfaatkan limbah air dari dapur dan kamar mandi diolah kembali sehingga
dapat digunakan untuk menyiram tanaman, mobil, dan lainnya.
Dalam penggunaannya sehari-hari, air dapat dihemat,
misalnya air kaya vitamin yang telah digunakan untuk mencuci sayuran dapat
ditampung dan digunakan untuk menyiram tanaman untuk menabung air, dapat dilakukan
dengan membuat sumur resapan
yang akan menampung air hujan, atau langkah praktis dengan membuat lubang
bipori di taman.
3. KESIMPULAN
Desain rumah ramah lingkungan dengan konsep go green disini adalah membangun rumah dengan menerapkan hunian
yang sehat, nyaman dan aman. Rumah sejatinya berfungsi sebagai tempat belajar
bagi anggota keluarga untuk lebih peduli dengan lingkungan. Agar lebih nyaman
perbandingan rumah hunian dengan taman idealnya adalah 60-40, tidak hanya
mempercantik penampilan rumah, tapi juga sebagai daerah resapan air hujan, menyaring
kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat. Rumah ramah lingkungan
juga mengutamakan efisiensi pencahayaan misalnya menggunakan sumber cahaya dari
matahari kalau pagi-sore, itu akan menghemat penggunaan listrik. Material bahan
bangunan pun juga tidak membuat pemanasan global, contohnya dinding menggunakan
bahan dari batu alam, itu jga akan mempercantik hunian juga menyehatkan bagi
penghuni rumah tersebut.
.
