Minggu, 20 November 2016

Rumah Indah dan Sehat

DESAIN RUMAH RAMAH LINGKUNGAN
DENGAN KONSEP GO GREEN


Oleh :
Ali Ma’sum


1.    PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi hidup tersebut, dunia agrikulturpun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan.
Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya. Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Global Warming adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. (Guardian:2004)
Hampir semua penghuni bumi saat ini merasakan adanya keadaan yang tidak cukup nyaman. Masyarakat Indonesia misalya, di saat sebagian kawasan merasakan suhu yang sangat tinggi (panas), pada saat yang sama di kawasan lain masyarakatnya sedang kebingungan mengungsi karena adanya banjir besar. Angin puting beliung, fenomena abrasi yang semakin mengkhawatirkan, menciutnya daratan karena luapan air laut dan sejumlah bencana alam merupakan fenomena yang seolah semakin akrab terdengar di telinga.
           Mengingat sedemikian besar dan luas dampak yang ditimbulkan oleh global warming, maka manusia hendaknya melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi akibat global warming. Namun dengan cara yang wajar dan tidak membelenggu. Menanam pohon atau tanaman apapun di rumah-rumah, meskipun nampaknya kecil pengaruhnya  namun jika dilakukan oleh seluruh penduduk bumi, maka dalam waktu 10-20 tahun yang akan datangakan tumbuh berjuta-juta pohon baru yang dapat ikut mengimbangi laju emisi gas. rumah yang ingin meminimalisir kerusakan bumi akibat polusi dan kurangnya tumbuhan yang ada sehingga merusak ozon bumi. Rumah go green lebih mengutamakan banyaknya tanaman di sekeliling rumahnya bahkan di atap rumah juga ditumbuhi dengan taman. Pemakaian bahan seperti kayu juga bisa mengurangi pemakaian AC, karena dalam desain rumah ini akan lebih banyak menggunakan bahan dari kayu dan bahan alam lainnya. Apalagi ditambah dengan banyak tanaman - tanaman dan ornament hiasan batu dari alam di sekeliling rumahnya. Bukan hanya sehat bagi para penghuninya tetapi juga menambah kecantikan dan kesejukan rumah itu sendiri dan jangka panjangnya juga berguna bagi bumi itu sendiri.




1.2    Rumusan Masalah
    Dalam penulisan makalah ini penulis akan membahas tentang salah satu cara mengatasi pemanasan global dengan cara desain rumah ramah lingkungan.
(1)     Apa yang dimaksud dengan desain rumah ramah lingkungan dengan konsep go green?
(2)     Bagaimana desain rumah ramah lingkungan dengan konsep go green itu?
(3)     Apasajakah bahan yang digunakan untuk pembangunan rumah ramah lingkungan?
2.    PEMBAHASAN
2.1  Desain Rumah Ramah Lingkungan
            Desain  rumah ramah lingkungan yang dimaksud disini adalah dari proses pembangunan rumah hingga bangunan berdiri dan kita huni sekecil mungkin berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan menerapkan konsep rumah ramah lingkungan banyak hal positif yang akan kita dapatkan. Desain rumah ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan terhadap keramahan lingkungan. Hemat energi, karena eksplorasi terhadap penggunaan energi dapat mengancam kehidupan generasi penerus. Gerakan penghematan energi bisa dilakukan kala kita hendak membangun rumah baru atau merenovasi rumah. Beberapa hal yang yang perlu diperhatikan untuk menerapkan konsep rumah ramah lingkungan, yaitu:
a.       Memilih bahan ramah lingkungan.
Dalam memilih bahan bangunan yang kita gunakan dalam membangun rumah dan interior. Semakin sedikit kita menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, semakin baik. Artinya kita mendukung pengurangan penebangan kayu. Berapa ribu hektar hutan yang rusak untuk ditebang kayunya? pada saat ini kayu dapat diganti dengan bahan lain seperti baja.
b.      Konsep rumah hemat energi.
Konsep rumah hemat energi merupakan konsep penting dalam mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Di Indonesia sebagian besar pembangkit energi listrik masih menggunakan bahan bakar batubara. Dengan mengurangi penggunaan cahaya lampu dan alat-alat elektronik akan memperkecil penggunaan energi listrik. Dengan memaksimalkan jendela dan ventilasi pencahayaan akan lebih maksimal. Selain itu ventilasi membuat sirkulasi udara menjadi baik dan menghindari penggunaan AC. Selain energi listrik penghematan air juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang efesiesn. Penggunaan aerator mampu membatasi aliran air dari keran, bahkan mampu menghemat penggunaan air hingga 30 persen. Penggunaan shower dapat menghemat air lebih dari 60%. Penggunaan gayung mandi dapat menghabiskan 15 liter air, sementara dengan bak mandi (bathtub), dapat menghabiskan sedikitnya 100-300 liter.
c.       Memaksimalkan teknologi dan energi.
Penggunaan solar cell  dapat memenuhi kebutuhan listrik rumah kita. Banyak sekali konsep rumah modern di eropa dan amerika yang menggunakan solar cell untuk memenuhi energi listriknya. Selain itu solar cell pada saat ini masih menjadi energi yang paling ramah lingkungan. Namun sayangnya di Indonesia solar cell  belum terlalu berkembang. Energi lainnya yang dapat dihasilkan setingkat rumah adalah penggunaan energi biogas. Konsep ini memang membutuhkan perencanaan yang matang. Di Cina ribuan rumah tangga menggunakan energi biogas dari limbah rumah tangga yang menggantikan gas LPG sepenuhnya.
d.      Konsep rumah sehat dan rumah hijau.
Pembuatan rumah sehat yang memperhatikan sanitasi akan memperkecil dampak negatif dari limbah rumah tangga dan sampah yang dihasilkan. Pembuangan sampah harus benar-benar diperhatikan. Selain itu dengan menerapkan konsep rumah hijau dengan menanam berbagai tanaman dan pohon akan merawat lingkungan sekitar rumah. Siklus hidrologi (air tanah) menjadi lebih baik karena sistem perakaran pohon. Udara juga menjadi lebih bersih karena adanya pohon. Tanaman hias seperti lidah mertua (Senseveria sp.) yang ditempatkan di ruangan mampu menyerap polusi yang dihasilkan dari berbagai sumber polusi seperti asap rokok.

2.2  Desain Rumah Ramah Lingkungan dengan Konsep Go Green
           Rumah sejatinya berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus tempat untuk belajar bagi seluruh anggota keluarga seperti belajar untuk lebih peduli dengan lingkungan. Salah satu cara yang dapat mengajarkan mereka untuk bersahabat dengan lingkungan adalah dengan membuat desain rumah ramah lingkungan. Perbandingan antara luas bangunan dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40. Yang mana fungsi taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan air hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi (biopori). Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat jika minim debu.
Untuk desain rumah minimalis ramah lingkungan dengan konsep go green harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a.       Efisiensi Pencahayaan.
Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah. Contoh seperti gambar di bawah ini.


             
a.                             Efisiensi Ruang.
Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil sederhana bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap pembangunan tersebut.
b.                              >  Pemanfaatan air.
Manusia seharusnya bersikap prihatin, caranya dengan tidak boros dalam menggunakan air. Ada tiga hal pokok yang bisa dilakukan, yakni hemat dalam penggunaan air, mendaur ulang air, dan membuat sumur resapan. Air bekas mandi atau mencuci sayuran bisa didaur ulang menjadi air untuk membilas kloset, menyiram tanaman, atau mencu (dinetralisasi) dan selanjutnya diresapkan secara alami ke dalam sumur resapan air yang dilengkapi filter alami (pasir, kerikil, ijuk, pecahan bata/genteng). Begitupun dengan air kotor yang dialirkan ke dalam septik tank diproses tersendiri. Air hujan pun ditampung, diserap, dan dialirkan ke dalam pipa serta diresap-kan ke dalam sumur resapan air. Konsep rumah ramah lingkungan memang mengusung sebuah tema, dimana hampir tidak ada buangan yang percuma. Semuanya dimanfaatkan sesuai dengan konsep daur ulang.
c.       Membuat Taman
Taman rumah menjadi tempat salah satu kita dapat melestarikan lingkungan. Di taman, kita dapat menanam berbagai tanaman yang berfungsi sebagai penahan air hujan, menjaga kestabilan dan kesuburan tanah dan menghasilkan oksigen. Pohon dan tanaman di taman juga dapat berfungsi sebagai pelindung panas dan penahan debu sehingga rumah dapat menjadi lebih nyaman.
"Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang dan hubungan ruang luar dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang." Pembayangan ruang luar, kulit bangunan, ventilasi pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi. Atap yang “Dingin” Pilih bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang dilapis beton (beton Styrofoam) juga berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin” meskipun saat siang hari.
2.3    Pembangunan Rumah Ramah Lingkungan.
Berkat perkembangan teknologi, kini banyak material bangunan ramah lingkungan yang dapat digunakan. Salah satu caranya dengan menghemat penggunaan kayu, yang berarti meminimalkan penebangan pohon dan menyelamatkan hutan sebagai bagian penting untuk kehidupan di bumi.
Beberapa bahan bangunan ramah lingkungan adalah baja ringan yang digunakan untuk atap, alumunium / PVC atau UPVC untuk kusen pintu dan jendela, menggunakan pintu PVC yang berasal dari plastik, gypsum sebagai pengganti triplek untuk plafon, sebagai alternatif penggunaan kayu, dapat menggunakan kayu daur ulang atau kayu plastik yang juga merupakan hasil proses daur ulang. Hal positif lain dari menggunakan bahan-bahan tersebut dapat menghemat proses pengerjaan dan karena buatan pabrik, biasanya lebih terjaga kualitasnya.
Perlu dibuat rancangan agar rumah minim menggunakan energi listrik. Buatlah desain rumah dengan bukaan cahaya alami yang memadai sehingga tidak perlu menggunakan listrik pada pagi dan siang hari. Membuat ventilasi yang baik, bagaimana mengatur agar ada sirkulasi udara juga akan mengurangi penggunaan AC karena udara dalam rumah yang tidak panas. Membuat toran untuk menampung air juga salah satu langkah menghemat listrik karena tidak perlu menggunakan listrik yang besar untuk menyalakan pompa ketika akan menggunakan air.
Ada sistem yang dapat menghasilkan solar listrik atau photovoltaic (PV). Energi ini dapat menggantikan energi listrik. Energi alternatif yang banyak digunakan adalah dengan memanfaatkan energi matahari atau tenaga angin. Contoh umum adalah menggunakan pemanas air dengan menggunakan energi matahari. PV diletakkan di atap untuk menampung panas matahari dan diolah untuk memanaskan air. Dengan sitem yang lebih kompleks, panas matahari ini dapat memenuhi kebutuhan energi listrik untuk seluruh rumah.
Air adalah zat penting dalam kehidupan. Di dalam rumah, penggunaan air paling banyak. Air digunakan untuk mencuci pakaian, piring, mobil, sayuran, untuk menyiram tanamanan, air untuk mandi dan berbagai keperluan lain di kamar mandi dan untuk keperluan lainnya. Jika digunakan dengan boros bukan hal yang mustahil air akan habis. Maka, perlu pengelolaan penggunaan air di dalam rumah. Cara menghemat air dalam rumah dapat dimulai sejak pembangunan rumah. Contohnya, dengan menggunakan kloset dual flush yang hemat air dan menggunakan kran sensor. Dengan pengetahuan dan penerapan yang tepat, Anda dapat merancang pembuangan dan mengolahan air agar dapat didaur ulang, yaitu dengan memanfaatkan limbah air dari dapur dan kamar mandi diolah kembali sehingga dapat digunakan untuk menyiram tanaman, mobil, dan lainnya.
Dalam penggunaannya sehari-hari, air dapat dihemat, misalnya air kaya vitamin yang telah digunakan untuk mencuci sayuran dapat ditampung dan digunakan untuk menyiram tanaman untuk menabung air, dapat dilakukan dengan membuat sumur resapan yang akan menampung air hujan, atau langkah praktis dengan membuat lubang bipori di taman.
3. KESIMPULAN
Desain rumah ramah lingkungan dengan konsep go green disini adalah membangun rumah dengan menerapkan hunian yang sehat, nyaman dan aman. Rumah sejatinya berfungsi sebagai tempat belajar bagi anggota keluarga untuk lebih peduli dengan lingkungan. Agar lebih nyaman perbandingan rumah hunian dengan taman idealnya adalah 60-40, tidak hanya mempercantik penampilan rumah, tapi juga sebagai daerah resapan air hujan, menyaring kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat. Rumah ramah lingkungan juga mengutamakan efisiensi pencahayaan misalnya menggunakan sumber cahaya dari matahari kalau pagi-sore, itu akan menghemat penggunaan listrik. Material bahan bangunan pun juga tidak membuat pemanasan global, contohnya dinding menggunakan bahan dari batu alam, itu jga akan mempercantik hunian juga menyehatkan bagi penghuni rumah tersebut.






.